Ada Kembaran Taman Prasasti Jakarta di Surabaya

Ada Kembaran Taman Prasasti Jakarta di Surabaya

Makam Belanda PenelehSurabaya – Suasana unik Taman Prasasti di Jakarta Pusat membuat siapapun jatuh hati. Bukan cuma Jakarta, Surabaya juga punya taman yang mirip dengan Taman Prasasti,lho. Makam Belanda Peneleh namanya. Penasaran?

Situs sejarah seringkali menjadi incaran para traveler saat berlibur ke sebuah daerah. Nah, Surabaya punya yang keren yaitu Makam Belanda Peneleh. Makam tua ini berada tepat di belakang Puskesmas Peneleh. Peneleh merupakan salah satu daerah yang masih asli dan belum banyak mendapat perubahan di Kota Surabaya.

Makam ini dibangun pada tahun 1814, dengan nama De Begraafplaats Peneleh Soerabaja. Kompleks pemakaman ini diperuntukkan bagi tuan dan none Belanda yang tinggal di Surabaya, pada masa penjajahan kala itu.

Saat masuk lebih dalam ke area pemakaman, suasananya sangat berbeda. Traveler akan terbawa suasana, seolah-olah hidup kembali di zaman penjajahan Belanda. Detil ornamen yang bergaya klasik menjadikan makam ini sebagai tempat paling top untuk foto-foto. Meskipun kondisinya saat ini kumuh dan memprihatinkan, makam ini masih menyisakan sisa-sisa arsitektur bangunan zaman dahulu.

“Sekarang makamnya sudah tidak terawat. Tapi tetap banyak yang datang untuk foto-foto,” kata seorang warga lokal Surabaya, Edo saat dihubungi detikTravel, Rabu (13/3/2013).

Suasana tempo dulu yang terasa, membuat makam ini sering dijadikan untuk lokasi pre-weeding. Tak jarang, sering pula anak-anak sekolah datang ke pemakaman yang turut menjadi saksi sejarah Kota Surabaya ini.

Tidak jauh berbeda dengan Taman Prasasti, makam Belanda ini juga dihiasi dengan patung-patung. Sayang, sebagian besar patung tersebut sudah tidak utuh. Bila saja masih terawat dengan baik, kondisi makam ini sebenarnya tertata dengan rapi. Bahkan lengkap dengan nomor seri di setiap nisannya. Seluruh makam di sini terbuat dari logam dan tembok dari batu.

Sebenarnya, untuk masuk ke dalam makam Belanda ini traveler tidak dipungut biaya. Traveler hanya perlu membayar untuk parkir kendaraan. Akan tetapi, alih-alih untuk biaya retribusi perawatan makam, traveler dikenai tarif seikhlasnya.

“Gratis, tapi kalau foto-foto harus bayar. Untuk yang pre-weeding biasanya harus membayar sekitar Rp 200 ribu. Kalau hanya foto-foto bisa bayar Rp 50 ribu,” tambah Edo.

Sejak tahun 1955, Makam Belanda Peneleh sudah ditutup. Kini hanya menjadi salah satu destinasi wisata saja.

Miris, keberadaannya yang dekat dengan perkampungan penduduk membuat makam ini terkadang berfungsi sebagai tempat warga menjemur pakaian. Sungguh disayangkan, padahal ini adalah makam tertua di Jawa Timur dan menjadi bukti peninggalan sejarah keberadaan Kota Surabaya.

Sumber: detikcom

Siapa Sangka, Pacitan Punya Sunset Secantik Ini

Siapa Sangka, Pacitan Punya Sunset Secantik Ini

Pantai Teleng RiaBerada di ujung selatan Jawa Timur, Pacitan punya pesona yang tak bisa dipandang sebelah mata. Di sana Anda bisa menyaksikan sunset cantik dengan matahari yang terlihat bulat dan jelas. Langit pun seketika berwarna kuning keemasan.

Pacitan adalah kota kecil yang terletak di bagian selatan Jawa Timur. Salah satu objek wisata yang terkenal di sana adalah Pantai Teleng Ria, yang punya sunset cantik!

Pantai Teleng Ria terletak di Kelurahan Sidoharjo dan dapat di tempuh sekitar 15 menit dari pusat kota. DI sinilah ada pemandangan matahari terbenam yang berwarna kuning keemasan. Rasanya wajib untuk diabadikan dalam kamera.

Jika Anda berjalan ke pesisir timurnya, maka akan ebrtemu Pancer. Di sinilah wisatawan yang gemar surfing menyalurkan hobinya. Keunikan lainnya, Pancer punya senja yang indah di musim kemarau. Pemandangan matahari terbenam terlihat dari atas bukit. Ada juga puluhan kerbau yang dilepas begitu saja ke padang rumput. Suasana senja pun semakin syahdu.

Usut punya usut, rupanya Pacitan ini hampir semua wilayahnya berbatasan langsung dengan laut. Melihat sunsest di mana pun di Pacitan, rasanya menakjubkan.

Sumber: detikcom

Kecantikan yang Berbahaya Milik Pantai Klayar di Pacitan

Kecantikan yang Berbahaya Milik Pantai Klayar di Pacitan

Pantai KlayarPacitan di Jawa Timur memiliki keindahan yang mungkin belum dikenal banyak wisatawan. Contohnya Pantai Klayar, meski ombaknya besar, panorama eksotisnya terasa sangat kuat dan menghipnosis.

Pantai yang memiliki keindahan ini tersembunyi di selatan Jawa Timur, tepatnya di Pacitan. Namun bila melihat keindahan pantainya, rasa lelah mengendarai mobil pun hilang seketika.

Pantai Klayar memiliki keindahan yang luar biasa. Ombak yang besar, dan warna biru yang pekat, membuat pantai ini sangat indah. Tebing-tebing yang menjulang tinggi yang langsung menghadap ke laut menyempurnakan sekitar pantai.

Namun hati-hati, pantai ini sangat berbahaya untuk berenang. Ombaknya besar dan berbahaya, sehingga pantai ini hanya bisa jadi objek pemandangan yang tak pernah membosankan. Satu kata untuk Pantai Klayar:  Sempurna!

Sumber: detikcom

Sunan Giri dan Kisah Cinta Putri Campa di Gresik

Sunan Giri dan Kisah Cinta Putri Campa di Gresik

Makam Sunan GiriGresik di Jawa Timur tak hanya jadi saksi bisu terbentuknya pusat kekuasaan yang dipercaya sebagai Kerajaan Sunan Giri. Kota ini juga menyimpan kisah kasih antara Sunan Giri dan Putri Campa asal Vietnam.

Gresik merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang dikenal masyarakat karena sektor perindustriannya yang maju. Dulu di daerah yang mendapat julukan Kota Pudak ini pernah berdiri Kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa.

Meski tinggal di daerah yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Gresik, namun rumah kami itu berada di pinggiran Kota Gresik. Lokasi ini justru lebih dekat dengan wilayah Sidoarjo maupun Surabaya.

Untuk mencapai Kota Gresik, kami masih harus menempuh perjalanan sekitar 35 kilometer lagi. Kami pun menempuh jalur melewati pinggiran kota yang meski terasa agak jauh. Tapi karena panorama di sepanjang usaha pertambakan warga Desa Cerme yang dilalui terlihat menarik, saya dan kerabat lain pun merasa betah saja berkendara.

Burung-burung bangau terbang ke sana ke mari. Lalu mereka hinggap dan terbang kembali di pohon-pohon yang berada di sekitar tambak, sambil sesekali mencari ikan-ikan kecil.

Sungguh perjalanan ke Kota Santri ini terasa lebih menyenangkan. Apalagi setelah kami berhasil membantu seorang keponakan untuk bisa diterima bekerja, di salah satu perusahaan mie di kota itu.

Sepulang dari mengunjungi keponakan yang punya rumah kontrakan di sekitar pabrik, saya dan keponakan pun jalan-jalan. Kami mengunjungi beberapa situs sejarah di Kota Gresik, antara lain Situs Giri Kedaton, Makam Sunan Giri dan Makam Putri Campa.

Giri Kedaton, begitu nama kerajaan Islam yang ada di Gresik. Hingga kini, kerajaan ini masih bisa turis lihat bukti-bukti keberadaannya di daerah Kebomas, Gresik. Kerajaan ini pun menjadi objek wisata penting bagi kota ini.

Sebagian ulama berpendapat bahwa Giri Kedaton merupakan pesantren yang didirikan oleh Sunan Giri. Giri Kedaton berada di atas sebuah bukit yang tinggi di Kota Gresik, sesuai namanya giri yang berarti bukit dan kedaton yang berarti kerajaan.

Pada kurun waktu tertentu, di kawasan itu juga pernah terjadi suksesi kepemimpinan. Ini adalah suksesi pemerintahan para sunan sebagai keturunan Sunan Giri (Dinasti Giri). Karena itu, masyarakat Gresik umumnya menganggap Giri Kedaton sebagai Kerajaan Islam yang didirikan oleh Sunan Giri, atau yang memiliki nama lain Raden Paku itu.

Penelitian yang dilakukan terhadap situs makam Sunan Giri dan Giri Kedaton pun dilakukan. Hasilnya menyebutkan bahwa pada tahun 1470 telah berdiri Kerajaan Islam di sebuah perbukitan di kawasan Kebomas, Gresik. Hal ini terjadi sebelum masa pemerintahan Raden Fattah dari Kerajaan Demak pada tahun 1517.

Dengan demikian para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Giri Kedaton merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Hal ini sekaligus merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Islam Demak.

Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi situs Giri Kedaton dan Makam Sunan Giri, perjalanan bisa dilakukan dari Terminal Kota Bunder di Gresik. Turis bisa naik angkutan umum dengan tarif Rp 2.000 menuju kawasan Kebomas. Â

Antara makam Sunan Giri dan situs Giri Kedaton letaknya terpisah dengan jarak kurang lebih 500 meter. Komplek makam Sunan Giri juga berada di perbukitan.

Untuk memudahkan jalan menuju makam dibuatlah jalan tangga berundak. Sementara itu pipa pegangan yang kokoh ditempatkan pada bagian tengah antara tangga naik dan turun.

Di sebelah kanan dan kiri tangga jalan banyak orang berjualan beraneka jenis kebutuhan umat muslim. Mulai dari pakaian muslim, perlengkapan salat, buku-buku Islam, kitab suci, kurma, alat-alat kesenian Islam ada di sana. Tak ketinggalan makanan khas Kota Gresik yakni jenang ayas, pudak, nasi krawu serta minuman legen tersedia di sana.

Makam Sunan Giri dan keturunannya terletak dalam sebuah bangunan. Khusus pada makam Sunan Giri terdapat keunikan dalam arsitek bangunannya.

Bangunan kayu mengelilingi makam berukir indah. Bangunan ini tampak menarik dengan warna coklat keemasan, dan ada sedikit warna merah di situ. Seni ukir dan pahatan kayu menunjukkan pengaruh agama sebelum Islam.

Di bagian pintu masuk makam terdapat sepasang patung berukiran kayu yang menyerupai ular naga. Ketika kami mintai keterangan, juru kunci makam Sunan Giri mengatakan setiap hari makam ini ramai dikunjungi peziarah. Bahkan tak sedikit pengunjung datang dari luar Kota Gresik.

Pada hari-hari tertentu seperti malam Jumat, peziarah yang berkunjung lebih banyak lagi. Tidak jauh dari makam Sunan Giri, kira-kira 200 meter sebelah kanan komplek makam, terdapat tempat persemayaman keturunan sunan yang lain, yakni Sunan Prapen.

Masih di Kecamatan Kebomas, Gresik tepatnya Desa Sidomukti Gang XV terdapat Giri Kedaton. Letaknya kira-kira beberapa ratus meter dari makan Sunan Giri. Menuju situs ini pengunjung harus berjalan menaiki tangga berundak yang terbuat dari semen.

Situs Giri Kedaton berada jauh lebih tinggi dari makam sunan. Dari tempat yang tinggi ini, para pengunjung bisa menyaksikan indahnya pemandangan Kota Gresik. Tak ketinggalan merasakan tiupan angin yang sejuk sepoi-sepoi basah.

Menurut cerita juru kunci situs, dulu sebelum mendirikan Giri Kedaton, Sunan Giri harus bertafakur atau berserah diri kepada Tuhan. Ia bertafakur selama 40 hari 40 malam. Â

Ayahanda Sunan Giri, yakni Maulana Ishak memerintahkan beliau agar mendirikan pesantren. Lokasinya berada di daerah yang tanahnya sama dengan segumpal tanah yang diberikannya kepada Sunan Giri.

Segumpal tanah pemberian Maulana Ishak ternyata cocok atau sesuai dengan kawasan perbukitan Desa Sidomukti, Kebomas, Gresik. Di tempat ini Sunan Giri merasakan kedamaian. Akhirnya beliau memutuskan untuk mendirikan pesantren atau kerajaan yang kelak bernama Giri Kedaton.

Di komplek situs Giri Kedaton pengunjung bisa menyaksikan bukti-bukti lain tentang keberadaan kerajaan ini di masa silam, antara lain:Â makam Raden Supeno putra pertama Sunan Giri, kolam sebagai tempat berwudhu sunan dan santrinya, makam para kerabat dekat sunan, bebatuan yang diyakini sebagai tempat berkumpul dan berunding para sunan keturunan Sunan Giri.

Situs Giri Kedaton sendiri merupakan bangunan yang terbuat dari batu andesit bertingkat berundak-undak. Ada sekitar lima undakan di sana. Di bagian paling atas berdiri bangunan masjid yang sudah direnovasi.

Kolam tempat berwudu sunan dan santrinya terbuat dari batu bata tebal. Ada kemiripan dengan bahan batu bata candi peninggalan Majapahit di daerah Trowulan.

Penasaran dengan cerita banyak orang, kami pun melanjutkan perjalanan ke sebuah perbukitan yang masih dalam kawasan Kebomas Gresik. Di situ bersemayam seorang putri dari negeri Campa (Vietnam) yang menjadi istri Sunan Giri.

Karena agum dan terpesona dengan watak dan keluhuran budi pekerti Sunan Giri, maka putri jelita ini pun menikah dengan sunan. Ternyata, putri cantik ini adalah seorang saudagar negeri Campa atau Vietnam.

Versi lain tentang cerita Putri Campa ini ialah ia hanya menaruh hati kepada Sunan Giri. Namun, Sunan Giri tidak menanggapinya hingga akhir hayat putri itu.

Setelah mengikuti jejak Sunan Giri dalam memperjuangkan Islam di Pulau Jawa dan Gresik, Putri Campa yang oleh masyarakat Gresik dinamakan Putri Cempo.

Ia pun meninggal dunia dan jenazahnya dimakamkan secara Islam di perbukitan yang teduh. Pemakaman ini ditumbuhi pohon-pohon rindang dan tidak jauh dari kawasan Kebomas.

Rupanya Kota Gresik dikenal bukan hanya dikenal sebagai tempat Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Tapi lebih dari itu Kota Gresik juga terkenal dengan kulinernya, yaitu Otak-Otak Bandeng.

Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Kota Gresik tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk singgah di kawasan Sindujoyo. Pasar ini menjadi sentra oleh-oleh khas Gresik.

Sumber: detikcom

Sunrise Gunung Bromo yang Mendunia

Sunrise Gunung Bromo yang Mendunia

Sunrise Gunung BromoGunung Bromo adalah salah satu destinasi favorit wisatawan di Jawa Timur. Tidak hanya wisatawan lokal, wisatawan dari mancanegara pun berlomba-lomba datang ke sini. Mereka datang untuk melihat sunrise Bromo yang cantik mendunia.

Gunung Bromo merupakan salah satu primadona wisata di Jawa Timur. Tempat ini terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, di timur kota Malang. Keindahan gunung ini tak hanya memikat wisatawan lokal saja, bahkan banyak yang berasal dari luar negeri.

Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta atau Jawa Kuna adalah Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Bentuk ‘tubuh’ Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera, atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah sekitar 800 meter (utara-selatan) dan sekitar 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya, berupa lingkaran dengan jari-jari 4 Km dari pusat kawah Bromo.

Dingin, begitulah yang akan Anda rasakan saat pertama kali keluar dari mobil. Suhu di sini mencapai 10 derajat Celsius, Anda hendaknya mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal untuk mengatasinya. Tapi, bila Anda melupakan perlengkapan tersebut, ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangannya berupa topi, sarung tangan, atau syal.

perjalanan ke Gunung Bromo, rasanya belum lengkap jika tak merasakan sunrise dari penanjakan. Penanjakan adalah sebuah punggungan bukit dengan akses penglihatan langsung ke arah Gunung Semeru, Gunung Bromo dan Gunung Batok. sesampainya di atas penanjakan, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari.

Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 05.00 pagi menghadap sebelah timur, agar tidak kehilangan momen ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas.

Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari. Pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan. Sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini.

Selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Anda melihat pemandangan sekitar. Anda akan melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km persegi. Daerah gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.

Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 80.000 atau bila merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki dengan tantangan sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, dan debu yang berterbangan

Sesampainya di kaki Bromo untuk dapat melihat kawah, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga. Sesampainya di puncak, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan ke bawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati!

Sumber: detikcom

Perpaduan Sempurna di Pantai Pelang

Perpaduan Sempurna di Pantai Pelang

SEBUAH perpaduan alam sempurna, berupa bukit, hamparan pasir, dan rerumputan bisa Anda dapatkan saat berkunjung ke Pantai Pelang. Wisatawan tak hanya bisa menikmati indahnya deburan ombak, tapi juga panorama pegunungan dengan hutan yang rimbun.

Letak pantai ada di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, sekitar 56km arah barat daya Kota Trenggalek, Jawa Timur.

Sekitar 300m arah barat laut pantai bisa dijumpai air terjun yang tingginya mencapai 25m. Konon, segala jenis penyakit bisa sembuh apabila mandi di bawah kucuran airnya.

Banyak deretan tebing tinggi di sepanjang jalan menuju air terjun. Anda juga bisa melihat sebuah tebing yang wujudnya menyerupai pura Tanah Lot.

Tak hanya air terjun, jika menuju ke arah timur pantai pelang, sekitar 100m, terdapat Goa pelang dengan kedalaman mencapai 500m.

Bila ingin menikmati keindahan pemandangan laut, cobalah naik ke puncak bukit yang letaknya tak jauh dari pantai dan telah dilengkapi dengan gardu pandang. Beberapa fasilitas yang bisa dijumpai di pantai antara lain taman bermain anak-anak, kamar bilas, mushola, dan tempat parkir.(*/X-14)