Sunset di Tanah Lot, Bali Memang Tak Terlupakan

Sunset di Tanah Lot, Bali Memang Tak Terlupakan

Sunset di Tanah LotTanah Lot adalah salah satu tujuan wisata wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Selain menikmati indahnya pura di tepi pantai, sunset di Tanah Lot pun jadi salah satu atraksi yang paling istimewa.

Bagi yang masih penasaran dengan keindahan alam yang ditawarkan di Pulau Dewata, wajib menempatkan Tanah Lot di urutan teratas itinerary Anda. Keindahannya sungguh tiada dua.

Jika ingin menghemat biaya, cukup menyewa motor dengan biaya Rp 50.000 di persewaan motor terdekat dengan tempat menginap. Agar lebih irit, satu motor bisa digunakan untuk berdua, jadi Rp 25.000 per orang.

Dari Denpasar, perjalanan menuju Tanah Lot kurang lebih memakan waktu 30 menit. Anda akan lebih merasakan keindahan Pulau Bali dengan menyusuri jalanan dengan sepeda motor. Satu tips lagi untuk mendapatkan poin plus jika Anda berkunjung ke Tanah Lot, sesuaikan waktu 1 jam sebelum matahari tenggelam. Paling aman, Anda berangkat dari Kota Denpasar sekitar pukul 15.00 Wita.

Sunset yang berlangsung selama satu jam bisa menyempurnakan liburan. Anda bisa menikmati keindahan pantai, pura dan sejenak bersyukur akan keindahan alam. Pilihlah tempat yang strategis untuk menikmati sunset pada kurang lebih pukul 18.30 waktu setempat.

Perlahan tapi pasti, Anda akan dimanjakan dengan mentari yang kian menghilang dari hadapan Anda. Cantik dan menawan. Saya rasa ini adalah sunset, pantai, pura dan aroma Bali membuat saya semakin cinta pada Bali.

Tanpa terasa langit sudah gelap dan waktunya kembali ke penginapan. Seperti ketika berangkat menuju Tanah Lot, menyusuri jalanan di Bali sungguh mengesankan, dan sunset di Tanah Lot tidak akan pernah terlupakan.

Sumber: detikcom

Agro Pelaga, Wisata Alam di Bali

Agro Pelaga, Wisata Alam di Bali

JANGAN hanya berwisata pantai saja saat mengunjungi Pulau Dewata. Anda harus mencoba untuk berwisata alam dengan mengunjungi Desa Pelaga, salah satu kawasan wisata di Bali yang ternyata menyimpan potensi wisata lain, yakni Agro Pelaga.

Berada di ketinggian sekitar 750m di atas permukaan laut, menjadikan kawasan Agro Pelaga diselimuti hawa sejuk. Obyek wisata ini terletak di Desa Petang, Kecamatan Pelaga, disebelah utara Kabupaten Badung.

Agro Pelaga memiliki beragam bentuk tanaman seperti bunga, sayur-sayuran dan buah-buahan. Kawasannya menjadi tempat pembibitan, penanaman, perawatan hingga pemetikan.

Fasilitas wisata yang bisa dinikmati pengunjung adalah hiking. Pengunjung berkesempatan mengeksplorasi keindahan lingkungan sekitar mulai dari pemandangan alam, hamparan perkebunan yang terdiri dari sayuran, buah, bunga dan ikan-ikan di kolam.

Lalu ada cycling yang bisa dilakukan di luar kawasan agro, tepatnya di sekitar Desa Tihingan. Jangan lupa untuk menyaksikan langsung bermacam burung sambil mendengarkan kicauan merdunya. Bila Anda berkunjung dengan sang buah hati, pihak Agro Pelaga secara khusus menyediakan children playground. (bali.panduanwisata.com/*/X-13)

Eksotisme Tanah Lot

Eksotisme Tanah Lot

HAMPIR setiap pura atau objek wisata religi di Bali mudah dikunjungi wisatawan. Tapi untuk yang satu ini, tidak dapat diakses oleh pengunjung.

Tanah Lot adalah salah satu pura terpenting di Bali yang terletak di atas bongkahan batu dan tebing. Meski hanya bisa disaksikan dari luar dan seberang laut, Tanah Lot memiliki pemandangan yang spektakuler.

Menurut legenda, dua pura di Tanah Lot dibuat oleh seorang brahmana Danghyang Nirartha pada abad ke-16. Ia berhasil menguatkan ajaran Hindu di Bali. Uniknya lagi, Danghyang mengubah selendangnya menjadi ular yang bertugas menjaga tempat ini.

Jika Anda ingin ke Tanah Lot, berjalanlah Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Di lokasi ini, setiap turis dan pengunjung lainnya bisa bersantai di waktu sore untuk menyaksikan matahari terbenam (sunset).

Nah, bagi Anda yang ingin berbelanja, di sekitar pura ini juga terdapat banyak toko suvenir dan kafe. Juga tersedia toilet bersih yang harga sewanya cukup murah untuk kantong wisatawan domestik sekalipun. (wikipedia/*/X-13)

Surga Dunia Pantai Nusa

Surga Dunia Pantai Nusa

BERLIBUR ke Bali memberi banyak pilihan menarik untuk menjajal pengalaman baru, mulai wisata kebudayaan, hiburan malam, belanja produk lokal maupun internasional, hingga merasakan sensasi olahraga air (watersport) di Pantai Nusa Dua.

Pantai Nusa Dua menyimpan beragam keindahan alam dengan hamparan pasir putih dan gelombang ombak yang tenang di laut biru. Pantai yang mudah ditempuh melalui Kuta, Seminyak, Jimbaran, Legian, dan Sanur ini menjadi tempat tujuan utama wisatawan Bali yang ingin merasakan keteganganwatersport.

Beragam jenis watersport disediakan pengelola. Rata-rata tiap pengelola mematok tarif yang hampir sama untuk satu jenis watersport.

Seperti parasailing, Anda cukup merogoh kocek sekitar Rp65 ribu untuk sensasi terbang menggunakan parasut yang ditarik jetski selama satu putaran. Dari ketinggian sampai 95 meter, Anda bisa lihat keindahan Pantai Nusa Dua dan hotel-hotel mewah yang berjajar di sekitar pantai tersebut.

Jika Anda berkunjung ke Nusa Dua bersama beberapa kawan atau kerabat, rasakan kebersamaan bermain banana boat. ‘Perahu’ berbentuk pisang dengan kapasitas empat sampai lima orang ini akan ditarik dengan speed boat sekitar 15 menit.

Pecahan ombak yang tercipta akan memancing andrenalin Anda di tengah laut. Rasakan juga watersport snorkeling untuk melihat secara langsung keindahan terumbu karang Nusa Dua dari atas permukaan laut. Dengan harga sekitar Rp85 ribu per orang, Anda sudah bisa merasakan olahraga air yang kini menjadi tren baru bagi wisatawan itu.

Jika ingin lebih memancing adrenalin, pilih watersport diving untuk menyelami laut Nusa Dua. Di sana, Anda bisa menyelam ke kedalaman 3–10 meter dan melihat secara dekat terumbu karang, ikan-ikan, dan berbagai macam biota laut dengan tarif sekitar Rp250 ribu.

Saat di Nusa Dua jangan lupa berkunjung ke Pulau Penyu (Turtle Island). Pulau sebagai pusat penangkaran penyu ini menawarkan nuansa pemandangan fauna jinak lainnya seperti ular, burung, dan kelelawar. Wisata ini cocok bila Anda membawa anggota keluarga sehingga bisa berfoto bersama di tengah-tengah fauna.

Nusa Dua Beach Hotel

Pantai Nusa Dua menawarkan beberapa pilihan tempat menginap, salah satunya Nusa Dua Beach Hotel. Hotel yang menjadi primadona di kawasan Nusa Dua ini memiliki beragam fasilitas pendukung bagi wisatawan, antara lain spa, fitness center, dan kolam renang.

Lokasi Nusa Dua Beach Hotel ini cukup ditempuh beberapa menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Hotel yang telah dikunjungi para raja dan ratu serta presiden dan perdana menteri negara lain ini total memiliki 381 kamar.

Rasakan juga wisata kuliner di hotel dengan kelas bintang lima ini. Dengan lima restoran dan empat bar, Anda bisa merasakan kuliner khas Nusa Dua Beach Hotel, mulai masakan barat, Indonesia, dan Bali, dengan kelas internasional di setiap restoran.

Anda bisa merasakan makanan dengan cita rasa tinggi dan dikelilingi nuansa alam pantai yang indah. Nusa Dua Beach Hotel juga menyediakan kebutuhan seperti penyewaan tempat rapat dan resepsi pernikahan.

Dengan difasilitasi teknologi canggih, Nusa Dua Beach Hotel & Spa menyediakan tujuh ruangan pertemuan untuk disewakan. Sembari berwisata, Nusa Dua Beach Hotel menawarkan fasilitas bagi kantor Anda untuk bisa menyelenggarakan pertemuan.

Dibangun di atas lahan seluas 9 hektare dengan kebun yang rimbun, Nusa Dua Beach Hotel & Spa memiliki kamar dan suite yang menawarkan pemandangan taman tropis yang cermat dari teras. Itu merupakan pemandangan yang tidak akan Anda dapatkan, kecuali di Pantai Nusa Dua.

Untuk tetap menikmati watersport di Pantai Nusa Dua, Anda tidak perlu khawatir. Nusa Dua Beach Hotel & Spa menyediakan loket khusus bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi tiap jenis olahraga air. (*/S-1)

Ayo Tambah Pengetahuan di Museum Gedong Arca

Ayo Tambah Pengetahuan di Museum Gedong Arca

BALI juga menjadi destinasi yang sarat akan sejarah dengan adanya keberadaan museum yang jumlahnya tak sedikit. Salah satunya Museum Arkeologi atau yang lebih dikenal sebagai Gedong Arca. Bangunan museum terbilang artistik dan sangat mencerminkan nuansa Bali.

Museum resmi berdiri pada tanggal 14 September 1974. Lokasinya berada di Desa Pejeng, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Kawasan museum dipenuhi pepohonan hijau, kolam teratai dan bunga anggrek.

Halaman Museum Gedong Arca mengikuti pola bangunan pura yang terdiri dari halaman luar (jaba sisi), halaman tengah (jaba tengah), dan halaman dalam (jeroan). Pada halaman tengah terdapat lima gedung yang berfungsi sebagai ruang pameran.

Koleksi museum terbagi menjadi dua kelompok, yakni benda cagar budaya (BCB) dari masa prasejarah dan masa sejarah.

Salah satu koleksi istimewa museum adalah Sarkofagus atau palungan yang ditata berdasarkan kelompok menurut lokasi penemuan dalam balai kecil yang artistik. Sebagian palungan berbentuk trapesium dan kura-kura.

Sarkofagus merupakan peti batu yang berfungsi sebagai wadah kubur pada masa prasejarah. Umur koleksi tersebut diperkirakan 2.000-2.500 tahun. Arca Ganesha, sang pelindung seni dan ilmu pengetahuan, juga termasuk salah satu koleksi di Gedong Arca. (museumindonesia.com/*/X-13)

Candidasa, Pantai Berpasir Putih Layaknya Kuta

Candidasa, Pantai Berpasir Putih Layaknya Kuta

TERKENAL sebagai replika pantai Kuta dengan hamparan pasir putihnya, Pantai Candidasa menjadi daerah tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung ke wilayah Bugbug, Kecamatan Karangasem, Bali. Candidasa termasuk sebagai kawasan pariwisata yang dikembangkan mulai tahun 1983.

Kegiatan yang bisa dinikmati pada kawasan pantai antara lain berenang, sun bathing, canoing, snorkeling, memancing, dan trekking melalui perbukitan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitarnya menggunakan perahu nelayan (jukung). Pulau-pulau tersebut menyimpan panorama bawah laut berupa terumbu karang dan ikan hias.

Sebenarnya Candidasa merupakan nama sebuah pura, yakni Pura Candidasa yang berada di atas bukit kecil dan dibangun pada abad ke 12 M. Nama asli pantai adalah Teluk Kehen. Namun seiring ditetapkannya pantai sebagai obyek wisata, namanya berubah menjadi kawasan pariwisata Candidasa sesuai dengan nama pura.

Tepat di sebuah relung pada bagian bawah tebing bukit di kawasan pantai, terdapat pahatan Arca Dewi Hariti bersama 10 orang anak yang sedang mengerubunginya. Pahatan tersebut diyakini masyarakat setempat sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran.

Berdasarkan mitos yang berkembang dari kisah Dewi Hartini, banyak pasangan suami istri yang belum diberikan keturunan berkunjung untuk memohon doa dengan membawa sesajen sebagai persembahan kepada Sang Dewi. (e-kuta.com/*/X-13)