Wisata Keluarga di Rumah Air Bogor

Wisata Keluarga di Rumah Air Bogor

SATU lagi wisata Bogor yang sayang jika dilewatkan, yaitu Rumah Air Bogor. Letaknya yang ada di kaki Gunung Salak membuat suasana lingkungannya terasa indah. Anda dan keluarga akan dimanjakan dengan panorama alam yang memukau dan bermacam fasilitas untuk melengkapi wisata Anda sekeluarga.

Selain terkenal dengan suasananya yang khas pedesaan dan suasana saung yang asri, Rumah Air juga terkenal dengan hidangan ikannya yang beragam. Yang menjadi andalan adalah Sop Ikan Nila Kelapa Muda Bakar.

Bila Anda ingin memancing terdapat 2 kolam pancing dengan luas 25x40m. Satu kolam pancing dilengkapi dengan 26 saung pemancingan berkapasitas 30-50 orang. Sedangkan kolam satunya berukuran 20x50m dengan kapasitas 50 orang.

Selain tempat pemancingan, tersedia pula wahana permainan. Jenis-jenis permainan yang tersedia antara lain:

Otopad
Kendaraan beroda dua (samping kiri dan kanan) yang menggunakan tenaga baterry. Cukup berdiri di atasnya lalu tancap gas dan alat ini akan berjalan otomatis, hanya tinggal diarahkan. Tak hanya anak anda, anda sendiri juga bisa menaikinya. (Rp 25.000/10 menit)

Becak mini
Permainan ini cukup diminati pengunjung. Dengan mengayuh becak mini kita jadi bisa merasakan menjadi tukang becak untuk satu hari.

ATV
Anak Anda bisa mengelilingi kawasan Rumah Air menggunakan Motor ATV, lengkap dengan rintangan yang sudah dibuat oleh Team Rumah Air. Untuk melindungi anak anda disediakan helm dan hand protector (Rp 35.000)

Crazy Ball
Ini merupakan sebuah bola besar bening berdiameter 2m yang akan membuat anda terapung dan berputar-putar di atas Danau Rumah Air yang luas.

Hand Boat
Dengan mengendarai Hand Boat Anda bisa sekaligus menikmati pemandangan danau yang dihuni ikan-ikan yang berenang. Untuk keamanan tersedia pelampung yang bisa digunakan saat bermain pada wahana ini.

Istana Balon
Sebuah istana megah yang penuh warna dan dilengkapi boneka lucu di dalamnya

Bumpper Boat
Sebuah perahu semi otomatis dengan tenaga battery. Bentuknya menyerupai angsa, naga dan binatang lainnya. Anda tak perlu mengayuh perahunya, cukup menggerakan kemudinya. Kecepatan perahu bisa ditentukan.

Untuk info wisata selengkapnya bisa di dapatkan di situs: www.rumahairbogor.co.id

Ayo Menikmati Suasana Pedesaan di Pondok Maos

Ayo Menikmati Suasana Pedesaan di Pondok Maos

DESA Wisata Alami Pondok Maos menjadi pilihan tepat jika Anda ingin berekreasi bersama seluruh anggota keluarga. Banyak serangkaian kegiatan di luar ruangan yang bisa dinikmati baik untuk perorangan atau kelompok. Pengunjung bisa memilih ragam aktivitas yang dikemas berupa paket-paket.

Pondok Maos terletak di Cimelati Cicurug Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di bawah kaki Gunung Salak. Di sini tersedia taman bermain anak yang dilengkapi wahana mainan, seperti ayunan dan rumah kayu. Untuk Anda yang ingin menghabiskan waktu sambil berolahraga tersedia lapangan bola dan basket.

Sementara untuk mereka yang suka memancing bisa menyalurkan hobinya di kolam-kolam ikan khusus. Salah satu kegiatan yang tak boleh terlewat adalah berkeliling desa wisata Pondok Maos sambil menikmati panorama pedesaan.

Jika ingin menikmati keindahan suasana pedesaan lebih lama, tersedia pondok penginapan yang terdiri dari beberapa jenis, yakni Gubuk Rena, Gubuk Gintung, Gubuk Kemiri, Gubuk Adipala, dan Gubuk Kantil.

Suasana penginapan diselimuti keheningan alam yang jauh dari keramaian. Semua penginapan dilengkapi TV berwarna, air panas dan dingin, king size bed, balkon, kamar mandi, dan fasilitas lainnya.

Bila Anda datang berkelompok (min 10 orang) akan mendapat diskon khusus hanya dengan membayar sebesar Rp 170.000/orang. Info selanjutnya bisa dilihat di www.pondokmaos.com.(*/X-13)

Garut dan Wisata Surga dari Timur

Garut dan Wisata Surga dari Timur

UDARA nan sejuk berpadu landskap perbukitan menjadi ramuan pas untuk menikmati alam. Diapit gunung Guntur, Papandayan, dan Cikuray yang masih aktif, Garut telah memikat hati banyak orang. Bahkan pada 1910, Officieel Touristen Bureau, Weltevreden, menyebut Garut sebagai Paradijs van Oosten atau surga dari timur.

Kota Dodol ini, terletak di sebelah tenggara Kota Bandung, 250 km dari Jakarta. Perjalanannya dapat ditempuh dalam waktu tiga setengah jam dari Ibu Kota.

Menjelajah Garut bersama National Geographic dan Cevron Geothermal, Januari lalu sungguh berkesan. Kota yang juga terkenal dengan dombanya itu tentu tak bisa dinikmati dengan berendam air panas saja. Alam yang menantang sungguh sayang dilewatkan.

Pantai di selatan membujur hingga 90 kilometer panjangnya. Air terjun dan situ-situ alami menyejukan mata. Pengunungan menjulang tinggi hingga 2.821 meter. Belum lagi kekayaan budaya seperti acara surak ibra, raja dogar, dan bangunan-bangunan tua.

Gunung Papandayan bisa menjadi awal pertualangan pertama Anda di Swiss van Java. Terletak di kecamatan Cisurupan, 29 kilometer dari pusat kota Garut, Papandayan menjadi favorit bagi para pendaki pemula. Untuk mencapai Gunung Papandayan, naiklah kendaraan umum dari pusat kota menuju Cijulang. Kemudian turun di pertigaan Cisurupan. Dari sana, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menyewa ojek atau angkot hingga sampai di pelataran parkir gunung Papandayan.

Mendaki
Di pelataran yang memiliki ketinggian 2000 meter itulah jejak pendakian dimulai. Batuan besar kekuningan serta jalan menanjak akan menyambut kedatangan Anda. Pohon suwagi dan pakis tangkur tumbuh hijau di sisi-sisi jalan. Tebing batu yang tinggi dan curam mendominasi pandangan.

Mendaki lebih ke atas, Anda akan menjumpai kawah belerang yang mengeluarkan asap putih. Sesekali terlihat cairan kuning dimulut kawah, menandakan kepekatan belerangnya. Agar asap tak membuat pedih, cobalah berjalan agak menunduk, menghindari kontak langsung dengan asap. Jangan lupa, kenakan masker atau saputangan agar bau menyengat tak membuat kepala pusing.

Setelah melewati kepulan asap belerang, pesona kawah bisa dinikmati dari atas. Tentu bertambah nikmat dengan iringan melodi air yang turun ke kaki bukit. Tak jauh dari situ, terdapat danau. Lebarnya bisa mencapai seratus meter. “Warna airnya bisa berubah-ubah tergantung cuaca,” ujar Dede, yang pemandu pendakian.

Mencapai ketinggian 2.300 meter, pepohonan mati menciptakan pemandangan berbeda. Batang pohon-pohon itu hitam legam, hampir jadi arang. Pijakan tak lagi dipenuhi batu melainkan lapisan abu yang putih. Tempat ini kental dengan suasana kematian. Seakan ada panas api yang dengan cepat memberangus kehidupan.

Wilayah itu dikenal dengan nama ‘gunung salju’. Kontur pemandangannya tercipta karena letusan gunung Papandayan pada 2002 lalu. Kepulan uap panas ketika itu, membakar pepohonan, juga mengendapkan abu di bawahnya.

Kalau ingin menyaksikan matahari terbit, sebaiknya mendaki pada saat malam. “Sekitar jam sebelas ke atas,” kata Dede yang kerap menemani mahasiswa pecinta alam mendaki di malam hari.

Setelah beristirahat dan puas menikmati megahnya Papandayan, tiba saatnya untuk menuruni gunung. Salah besar kalau ada anggapan menuruni gunung adalah hal mudah. Walau tak butuh energi besar seperti ketika mendaki, tapi gravitasi betul-betul menyulitkan. Belum lagi kerikil-kelikil yang membuat pijakan tidak stabil.

Agar tak tergelincir, miringkan posisi telapak kaki seperti Anda ingin berjalan miring. Pusatkan tumpuan pada tumit dan turun perlahan. Selesai mendaki Papandayan, jangan lupa akan rencana selanjutnya. Peta Segitiga Wisata Garut keluaran National Geographic bisa jadi pemandu.

Tempat wisata unggulannya termasuk Situ Bangendit, Kawah Papandayan, dan Situ Cangkuang. Bagi yang suka berwisata di dalam kota, cobalah berwisata ziarah ke Makam Pangeran Papak di Wanajara, atau nikmati sejarah kota di Stasiun Cibatu. Tak lupa, bungkus beberapa helai batik tulis Garutan yang dapat dibeli di tengah kota, dodol manis, kerajinan kulit, dan anyaman bambu khas Garut untuk oleh-oleh.(mediaindonesia.com/M-3)

Situ dan Candi di Kampung Pulo, Garut

Situ dan Candi di Kampung Pulo, Garut

KONON di Kampung Pulo berabad-abad lalu, terdapat putri Hindu nan cantik jelita. Ketika itu, datanglah Arif Muhammad, panglima perang kerajaan Mataram. Dalam pelariannya setelah kalah melawan Belanda, Arif memutuskan menetap di desa. Sambil menyebarkan agama Islam, ia lalu jatuh hati pada sang putri.

Gayung pun bersambut. Sang putri mengiyakan, namun dengan satu syarat. Buatlah danau yang mengelilingi desa, pinta sang putri. Esoknya, muncullah sebuah situ, yang kini bernama situ Cangkuang.

Kisah itu diceritakan turun temurun di Kampung Pulo, Kecamatan Leles, Garut. Situ Cangkuang yang kini menjadi objek wisata, menyimpan banyak kisah. Begitu juga Candi Cangkuang di seberang situ, serta makam Arif Muhammad di sebelahnya.

Untuk mencapai lokasi, rakit bambu disediakan pengelola. Cukup Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Tak sampai sepuluh menit menyebrangi situ, kami sudah bisa sampai di candi setinggi delapan setengah meter itu.

Perpaduan Hindu-Islam menjadi ciri istimewa. Candi dan makam Arif Muhammad terletak bersisian menandakan harmoni dua agama. Pertama kali candi ditemukan pada 1966 oleh Harsoyo dan Uka Candrasasmita. Penemuan ini berdasarkan laporan Vorderman tahun 1893.

Sayangnya, candi Cangkuang ditemukan tak berbentuk. Hanya bersisa 40 persen saja puingnya yang 60 persen yang hilang lalu dibuat replika. Sehingga pada 1976, candi itu utuh kembali. Tepat di belakang komplek candi, terdapat rumah adat yang dengan bebas bisa ditelusuri.

Rumah adat Kampung Pulo hanya tujuh saja jumlahnya. Tak boleh lebih, juga tak boleh kurang. Susunannya seperti huruf U, lingkungannya terawat, bersih, dan rapi. Jumlah ini simbol dari tujuh anak Arif Muhammad. Satu bangunan masjid melambangkan anak laki-laki. Enam lainnya berupa rumah tinggal, melambangkan anak perempuan.

“Kalau anak sudah menikah, dia harus pindah dari desa ini, tapi kalau ada rumah yang kosong, nanti dipanggil kembali,” jelas Tatang, Juru Kunci di Kampung Pulo.

Walau memeluk agama islam, warga kampung memengang garis keturunan perempuan. Maka, hanya anak perempuan yang berhak tinggal di desa, anak laki-laki harus pindah ketika dewasa.

Tatang, pria paruh baya itu, kemudian bercerita banyak hal. Kisah tentang benda pusaka yang hilang, para leluhur, bentuk rumah, dan kisah adat Kampung Pulo lainnya.(http://www.mediaindonesia.com/M-3)

Dari Gubuk Menjadi Bangunan Bersejarah RI

Dari Gubuk Menjadi Bangunan Bersejarah RI

SEBELUM menjadi Museum Perundingan Linggarjati, bangunan ini hanya berupa gubuk milik Ibu Jasitem di tahun 1918. Lalu pada tahun 1921, seorang kebangsaan Belanda bernama Tersana, merombak gubuk itu menjadi rumah semi permanen.

Rumah itu kemudian dibeli keluarga Van Ost Dome, lalu merombaknya pada tahun 1930 hingga 1935, menjadi rumah tinggal seperti sekarang ini. Rumah ini pada periode 1935-1946 dikontrak Heiker (bangsa Belanda) untuk dijadikan hotel yang bernama Rus Toord.

Keadaan tersebut terus berlanjut setelah Jepang menduduki Indonesia dan diteruskan setelah kemerdekaan Indonesia. Sempat kembali dijadikan hotel dan berubah namanya menjadi Hokay Ryokan.

Setelah Indonesia mengumandangkan kemerdekaanya, bangunan tersebut kemudian diambil alih oleh pemerintah RI dan berganti namanya menjadi Hotel Merdeka. Jika Anda yang pernah kesana dan memperhatikan letak pembagian ruangan dalam museum ini, memang menyerupai pembagian ruangan untuk hotel.

Pada tahun1946 di gedung ini berlangsung peristiwa bersejarah yaitu Perundingan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda yang melahirkan naskah Linggarjati. Dari situlah hingga kini gedung tersebut dikenal dengan Gedung Perundingan Linggarjati.

Sejak aksi militer tentara Belanda ke-2 (1948-1950) gedung ini kembali dijadikan markas Belanda, lalu dialihfungsikan menjadi Sekola Dasar Negeri Linggarjati (1950-1975). Selanjutnya di tahun 1975, Bung Hatta dan Ibu Sjahrir berkunjung sekaligus menyampaikan pesan bahwa gedung tersebut akan dipugar oleh Pertamina. Tahun 1976, gedung akhirnya diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadi museum.

Museum ini mengoleksi berupa naskah perundingan, foto-foto, dan meja kursi yang menggambarkan peristiwa yang berhubungan dengan perundingan Linggarjati. Hampir semua barang yang terdapat dalam museum masih asli waktu perundingan Linggarjati.

Jika biasanya Anda melihat banyak kerusakan di banyak museum dan coret-coretan dari tangan nakal para pengunjung, di museum ini Anda akan tidak pernah menyaksikannya. Pasalnya, pengurus museum dan penduduk lokal disekitarnya sangat menjaga salah satu gedung bersejarah tersebut.

Museum Perundingan Linggarjati ini terletak di desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Jam bukanya, Senin-Jumat (07.00-15.00), Sabtu-Minggu (08.00-17.00) dengan tarif masuk gratis. Anda hanya perlu membayar seikhlasnya kepada para pemandu yang siap menjelaskan lebih detail sejarah mengenai bangunan.(http://www.mediaindonesia.com/Ol-5)

Uji Nyali di Sungai Citarik

Uji Nyali di Sungai Citarik

ANDA mungkin ingin menikmati liburan sambil menguji nyali, tapi sudah bosan dengan permainan Halilintar, Tornado atau Arung Jeram yang tersedia di Dunia Fantasi? Kini saatnya Anda menantang derasnya sungai dan siap berhadapan dengan jeram-jeram yg menantang bersama Citarik One Stop Adventure.

Berada tepat di Sungai Citarik, Citarik One Stop Adventure yang dibangun atas prakarsa pasangan Lody Korua dan Amalia Yunita yang juga pencinta alam ini tidak hanya menyediakan sarana arung jeram yang menjadi andalan. Melainkan akan ada bermacam kegiatan seru dan menarik, seperti Adventure rafting trip, Family trecking trip, Adventure offroad trip.

Sebelum memulai petualangan Anda akan diberikan pengarahan (briefing) oleh tim dari Citarik One Stop Adventure tentang bagaimana mengenakan pakaian pelampung dan helm secara benar. Selain itu akan diberikan pengertian caya mendayung, serta cara-cara penyelamatan apabila ada rekan Anda yang terjatuh dari kapal. Dijelaskan pula istilah-istilah perintah selama rafting.

Usai pengarahan, Anda akan langsung terjun ke sungai dan merasakan derasnya arus air dan bongkahan batu yang terlihat keras dan seram dilihat dari atas. Kuncinya adalah tidak panic dan anggota team dalam satu kapal yang solid.

Bagi Anda yang membawa anak jangan khawatir karena Citarik One Stop Adventure juga menyediakan lokasi experiental education yang aman dan seru untuk buah hati Anda. Itu saja? Tentu tidak disana juga disediakan cottage yang terbuat dari tenda atau kayu-kayu untuk Anda yang usai bermain arung jeram ingin beristirahat sejenak bahkan melakukan pesta Barbeque. (mediaindonesia.com/OL-5)